DRAGONFLY 'S HELICOPTER

Dragonflies are one of flying insect. In fact their velocity can reach 40 km/jam if they are catching their prey,which like with velocity of 100 meters’s athlete in Olympiad. Beside it dragonflies also have manoeuvre which greater than helicopters, so can be avoided from bird’s chasing from in behind and hitted with car’s glass in foremost. So how dragonflies can fly and do manoeuvre.

Dragonfly’s skeleton made with chitin. This substane enough bend to are moved by muscles that are used for flying. That wings can fly forward and retreat or up and down. Dragonflies have two pair of wings, a couple in front of other couple. When two wings in forward are lifted, so two wings in behind move down. Two group of muscle in body that against move that wings. When one group of muscle pull a couple wings with wrinkle, the other open other wings directly. This is make dragonflies to silent in sky, fly retreat or change their way directly.


SIMPLE RESEARCH OF FOREST (SROF) TAHUNAN, SEBAGAI MEDIA TANAM CINTA TERHADAP HUTAN

Semua makhluk hidup yang ada di bumi ini, membutuhkan udara untuk bernafas dan tempat untuk bertempat tinggal. Tidak dapat dipungkiri bahwa udara dan tempat tinggal merupakan fasilitas yang ada di hutan untuk makhluk hidup, sebelum mereka mengenal rumah dan gedung. Hutan merupakan tempat dimana makhluk hidup tinggal, bernafas dan berkembang biak. Berdasarkan kamus bahasa Indonesia, hutan dapat diartikan sebagai kumpulan rapat pepohonan dan berbagai tumbuhan lainnya dalam suatu wilayah tertentu. Hutan merupakan suatu ekosistem yang besar yang meliputi suatu kawasan yang dapat dibagi – bagi lagi menjadi bioma - bioma.

Berdasarkan penggolongannya, hutan memiliki berbagai macam tipe bioma, yaitu bioma hutan basah yang terletak di daerah tropik dan subtropik dengan curah hujan 220-225 cm pertahun, bioma hutan gugur di daerah beriklim sedang dengan curah hujan merata sepanjang tahun, bioma taiga yang berada di belahan bumi utara dan pegunungan daerah tropik dengan mayoritas spesies adalah konifer dan pinus, serta bioma tundra yang berada di kutub bumi, yang mana didominasi oleh lumut kerak, Sphagnum dan sejenisnya (D.A. Pratiwi,dkk, 2004). Di Indonesia sendiri yang terletak di daerah tropik, ekosistem hutannya didominasi oleh bioma hutan basah. Hal ini dikarenakan lebih dari setengah daratan Indonesia ditutupi hutan, dan yang terluas adalah hutan hujan tropis, yang banyak didominasi oleh famili Dipterocarpaceae (Sutigno, 1988). Selain itu hutan hujan juga merupakan hutan yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, seperti yang dikatakan Wallace dalam penelitiannya mengenai keanekaragaman spesies di Indonesia bahwa pembagian spesies yang menarik ini merupakan salah satu sumber utama keanekaragaman hayati Indonesia yang menakjubkan. Bahkan isolasi kepulauan Indonesia yang begitu panjang, yang terbentang lebih dari 4.800 kilometer, telah menciptakan kisaran spesies yang sangat beragam (A.R.Wallace, 1859).


REFLEKSI DIRI DAN ENERGI SEBAGAI TITIK NADIR PEMULIHAN BUMI


Bumi merupakan tempat hidup manusia dan berbagai spesies yang ada di dalamnya, hidup bersama berinteraksi dengan lingkungan. Untuk itu diperlukan kepedulian terhadap lingkungan dan makhluk hidup lainnya. Akan tetapi hal itu belum tercermin pada perilaku manusia abad ini. Mari kita lihat bagimana keadaan bumi tahun 2008 ini.
Tahun 2008 ini, bisa dikatakan kondisi bumi semakin parah dari tahun – tahun sebelumnya. Berbabagai masalah lingkungan makin banyak ditemukan di bumi. Seperti kenaikan permukaan air laut, perubahan iklim dan suhu, makin lebarnya lubang pada lapisan ozon, munculnya jenis penyakit lama dan baru yang mewabah, terbakarnya hutan di Kalimantan, penurunan permukaan tanah,penurunan ketersediaan air tanah serta maraknya el-Nino. Semuanya merupakan dampak dari pemanasan global yang akar penyebabnya adalah kebijakan manusia mengolah diri dan energi tanpa disertai kepedulian lingkungan.
Kekhawatiran akan masa depan bumi kini sedang melanda pikiran manusia,setelah mereka memperhatikan akibat yang terjadi pada abad ini karena ulahnya. Seperti kenaikan suhu bumi, menurut temuan Intergovermental Panel and Climate Change (IPCC). Sebuah lembaga panel internasional yang beranggotakan lebih dari 100 negara di seluruh dunia menyatakan pada tahun 2005 terjadi peningkatan suhu di dunia 0,6-0,70 sedangkan di Asia lebih tinggi, yaitu 10.

PROSES TERBENTUKNYA HHT

Hutan hujan mula - mula dibentuk oleh tumbuhan seperti paku - pakuan dan lumut yang sporanya mudah terbawa angin, kemudian tempat tersebut didatangi burung untuk membuang kotorannya dan tanpa diketahui ternyata di dalam kotorannya tedapat biji - bijian dari buah yang ia makan, lalu lama kelamaan biji ini akan tumbuh menjadi tumbuhan yang besar dan menghasilkan buah, sehingga banyak hewan berdatangan ke sana dan semakin menambah keanekaragaman flora dan fauna.


Tetapi sekarang hutan dimanfatkan dengan cara dieksploitasi secara berlebih – lebihan . Di Indonesia misalnya, volume balok kayu yang di impor sebesar 301.000 km3 di tahun 1966 dan di tahun 1970 meningkat menjadi 7.143.000 m3. Belum lagi sekarang dengan maraknya penebangan hutan secara liar, sehingga menyebabkan banjir dan tanah longsor. Padahal fungsi hutan sebagai pelindung semua komponen di dalamnya termasuk tanah, sehingga jika hutan musnah maka komponen yang di dalamnya juga akan rusak. Untuk itu diperlukan pelestarian hutan dan penggunaan kekayaan alam yang terkontrol.

CARA KERJA SENSOR BIOMETRIK

Biometric sebuah ilmu pengenalan atau identifikasi seseorang yang didasarkan pada karakteristik fisiologis (Susilo, www.suaramerdeka.com). Dalam modus identifikasi (identification mode), sistem biometric mengidentifikasi seseorang untuk dicocokkan dengan data yang terekam. Sedangkan dalam modus verifikasi (verification mode), sistem menggunakan biometric untuk mengautentikasikan tuntutan seseorang dari identitasnya yang didasarkan pada pola terdaftar mereka sebelumnya (Susilo, www.suaramerdeka.com).

Sistem-sistem biometric terdiri dari hardware dan software. Perangkat keras menangkap karakteristik manusia yang penting dan perangkat lunak menafsirkan hasil dari pembacaan data serta menentukan apakah dapat diterima atau tidak ( Susilo, www.suaramerdeka.com ).