Semua makhluk hidup yang ada di bumi ini, membutuhkan udara untuk bernafas dan tempat untuk bertempat tinggal. Tidak dapat dipungkiri bahwa udara dan tempat tinggal merupakan fasilitas yang ada di hutan untuk makhluk hidup, sebelum mereka mengenal rumah dan gedung. Hutan merupakan tempat dimana makhluk hidup tinggal, bernafas dan berkembang biak. Berdasarkan kamus bahasa Indonesia, hutan dapat diartikan sebagai kumpulan rapat pepohonan dan berbagai tumbuhan lainnya dalam suatu wilayah tertentu. Hutan merupakan suatu ekosistem yang besar yang meliputi suatu kawasan yang dapat dibagi – bagi lagi menjadi bioma - bioma.
Berdasarkan penggolongannya, hutan memiliki berbagai macam tipe bioma, yaitu bioma hutan basah yang terletak di daerah tropik dan subtropik dengan curah hujan 220-225 cm pertahun, bioma hutan gugur di daerah beriklim sedang dengan curah hujan merata sepanjang tahun, bioma taiga yang berada di belahan bumi utara dan pegunungan daerah tropik dengan mayoritas spesies adalah konifer dan pinus, serta bioma tundra yang berada di kutub bumi, yang mana didominasi oleh lumut kerak, Sphagnum dan sejenisnya (D.A. Pratiwi,dkk, 2004). Di Indonesia sendiri yang terletak di daerah tropik, ekosistem hutannya didominasi oleh bioma hutan basah. Hal ini dikarenakan lebih dari setengah daratan Indonesia ditutupi hutan, dan yang terluas adalah hutan hujan tropis, yang banyak didominasi oleh famili Dipterocarpaceae (Sutigno, 1988). Selain itu hutan hujan juga merupakan hutan yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, seperti yang dikatakan Wallace dalam penelitiannya mengenai keanekaragaman spesies di Indonesia bahwa pembagian spesies yang menarik ini merupakan salah satu sumber utama keanekaragaman hayati Indonesia yang menakjubkan. Bahkan isolasi kepulauan Indonesia yang begitu panjang, yang terbentang lebih dari 4.800 kilometer, telah menciptakan kisaran spesies yang sangat beragam (A.R.Wallace, 1859).