CARA KERJA SENSOR BIOMETRIK

Biometric sebuah ilmu pengenalan atau identifikasi seseorang yang didasarkan pada karakteristik fisiologis (Susilo, www.suaramerdeka.com). Dalam modus identifikasi (identification mode), sistem biometric mengidentifikasi seseorang untuk dicocokkan dengan data yang terekam. Sedangkan dalam modus verifikasi (verification mode), sistem menggunakan biometric untuk mengautentikasikan tuntutan seseorang dari identitasnya yang didasarkan pada pola terdaftar mereka sebelumnya (Susilo, www.suaramerdeka.com).

Sistem-sistem biometric terdiri dari hardware dan software. Perangkat keras menangkap karakteristik manusia yang penting dan perangkat lunak menafsirkan hasil dari pembacaan data serta menentukan apakah dapat diterima atau tidak ( Susilo, www.suaramerdeka.com ).

Tahap paling penting dalam membangun sistem biometric yang efektif adalah pendataan pengguna atau pemilik. Selama pendataan, tiap-tiap pengguna dimulai dengan administrator yang mengendalikan sistem, menyediakan contoh-contoh dari karakteristik biometric spesifik sistemnya dengan menginteraksikan perangkat keras sensor (scanning hardware) ( Susilo, www.suaramerdeka.com ).

Sebagai contoh, bila sebuah jari ditempelkan ke sebuah alat pembaca jari (finger print reader), sehingga alat tersebut dapat menangkap ciri-ciri sidik jari. Sistem kemudian membersihklan ciri-ciri dari pembacaan dan menyimpan data sebagai sebuah data sidik jari. Kemudian bila berinteraksi dengan peralatan biometric lagi, dan sistem memeriksa data yang bersangkutan apakah sesuai dengan data awal. Jika perangkat lunak gagal mendapatkan kesamaan, diperlukan pengujian lagi

0 komentar:

Posting Komentar