IOS merupakan sistem operasi yang berjalan pada perangkat router maupun switch. Sebagai
contoh adalah Cisco IOS pada router dan switch Cisco dan MikrotikOS pada router Mikrotik.
Cisco IOS merupakan kernel dari router dan switch Cisco. Kernel adalah bagian tak
terpisahkan dari sistem operasi yang mengalokasikan sumber daya dan mengatur beberapa
hal seperti interface hardware level rendah dan keamanan. Cisco IOS dapat diakses melalui
port console di router dengan menggunakan koneksi RJ-45. Untuk latihan dapat digunakan
software Cisco Packet Tracer (jika tidak memiliki router). Ada banyak cara mengakses Cisco
IOS, baik menggunakan commnd-line interface (CLI) maupun dengan Security Device
Manager (SDM). Dalam artikel ini akan digunakan CLI karena lebih mudah, cukup dengan
terminal saja.
Pada Cisco IOS menggunakan CLI, pertama-tama akan muncul pesan status interface dan
booting. Selanjutnya tekan enter dan ‘Router>’ prompt akan tampil. Ini disebut ‘user exec
mode’, banyak digunakan untuk melihat statistik dan login ke privileged mode. Untuk masuk
ke ‘privileged mode’, cukup ketikkan perintah ‘enable’, dan muncul ‘Router#’ prompt. Pada
mode ini kita dapat melihat dan merubah konfigurasi. Untuk kembalike ‘user exec mode’,
ketikkan ‘disable’ atau Ctrl+Z. Dan untuk keluar dari Cisco IOS, ketikkan ‘logout’ dari user
exec mode.
Selanjutnya kita akan mencoba mengganti nama hostname, password, banner dan interface
description. Caranya masuk ke privileged mode dan ketik ‘config terminal’ atau ‘config t’
atau ‘conf t’. Untuk setting hostname ketik ‘hostname
password ‘enable
‘enab
Selanjutnya untuk setting password line console maupun vty digunakan perintah ’line con
number’ dan ‘line vty number-awal number akhir’ lalu perintah ‘pass pasword’ dan ‘login’
lalu ‘exit’.
CISCO INTERNETWORKING OPERATION SYSTEMS (IOS)
Diposting oleh
Unknown
Rabu, 16 November 2011
Selanjutnya untuk setting ip pada interface/port dan deskripsinya digunakan perintah ‘conf t’
dan ‘intinterfacenya’. Lalu untuk deskripsi ‘description deskripsinya’ dan untuk ip
address ‘ip address ipnya subnet_masknya’ lalu agar port hidup digunakan perintah ‘no
shutdown’ atau ‘no sh’. Untuk port serial dapat diatur pula clock ratenya.
Untuk menyimpannya masuk ke mode privileged lalu ketikkan ‘copy running-config startup-
config’
Label: Jarkom

0 komentar:
Posting Komentar