IP routing adalah proses perpindahan paket dari satu network ke network lain. Dalam
perpindahan ini digunakan suatu protocol yang disebut routing protocol. Routing protocol
adalah protocol yang digunakan oleh router untuk mencari semua jaringan di internet secara
dinamis dan untuk meyakinkan bahwa semua router memiliki table routing yang sama.
Routing protocol berbeda dengan routed protocol. Routed protocol adalah protocol yang
digunakan user untuk mengirimkan data melalui sebuah peraturan yang tetap,contoh IPv4.
Dalam proses routing (pengiriman paket dari suatu tempat dan dikirimkan ke tempat lain),
harus memenuhi minimal :
- Alamat tujuan
- Router tetangga, yang mana dapat belajar mengenai jaringan kecil
- Kemungkinan router ke semua jaringan kecil
- Route terbaik untuk setiap jaringan kecil
- Bagaimana mengelola dan memverifikasi informasi routing
Ada dua cara untuk mengetahui semua criteria itu, yaitu dengan static routing, yang artinya
seseorang harus mengetikkan secara langsung semua network yang terkoneksi pada table
routing. Dan dynamic routing, yaitu protocol pada saru router berkomunikasi dengan router
lain menggunakan protocol yang sama dan mengupdate table routingnya satu sama lain.
Contoh untuk static route, jika ada jaringan seperti ini :
Maka dari PC0 tidak akan bias melakukan ping ke jaringan 10.1.3.0/24 ataupun 10.1.2.0/24,
begitu juga sebaliknya, karena belum ada routing protocol. Unntuk itu perlu ditamabahkan
static route pada router0 dan router1 sebagai berikut.
pada router 1:
Pada router 0 :
Dengan begitu maka jaringan yang tetangga akan terhubung satu sama lain dan dapat
dilakukan routing oleh router. Selanjutnya dynamic routing akan dijelaskan pada kesempatan
berikutnya.
0 komentar:
Posting Komentar