STP


Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, jika ada redundansi dalam jaringan (misal anatara switch satu dengan switch lainnya ada dua kabel yang terhubung, dimana salah satunya berfungsi sebagai jalur alternatif bila satu jalan mati), maka akan memungkinkan adanya loopin dalam jaringan jika salah satu redundansi itu mati, sehingga diperlukan spanning-tree untuk menghindari looping. Sebelum mempelajari STP,terdapat beberapa istilah penting, yaitu root bridge (bridge/switch yang berfungsi kunci semua pemilihan di jaringan, memiliki bridge ID yang terbaik), nonroot bridge (semua switch yang bukan root bridge), bridge ID (bagaimana STP menjaga semua jalan pada jaringan, ditentukan oleh prioritas bridge dan alamat dasar MAC), dan root port (port yang langsung terkoneksi ke root bridge).
Tugas dari STP adalah melakukan proses spanning tree. Proses spanning tree merupakan proses penentuan siapa yang menjadi root bridge dan nonroot bridge, dimana masing – masing nonroot bridge hanya boleh mengkoneksikan salah satu dan hanya satu portnya saja ke root bridge (yang memiliki jalur tercepat) dan mematikan semua redundansi. Untuk menentukan root bridge dilakukan perbanding nilai prioritas bridge, yang terendah yang dipilih, dan jika sama akan dilakukan perbandingan nilai mac address, yang terendah yang dipilih. Selanjutnya port yang dipilih sebagai root port adalah port yang memiliki bandwidth terbesar, jika ada 2 port yang bandwidthnya sama besar maka akan dipilih nomor port yang paling kecil dan port lainnya akan diblok. Akan tetapi dalam melakukan proses ini dibutuhkan waktu 50 detik untuk konvergensi.
Pada spanning tree, terdapat beberapa fitur khusus, seperti portfast (untuk koneksi single host/server ke switch tanpa menghabiskan 50 detik untuk konvergensi, karena yakin disini tidak akan ada loop), uplinkfast (berfungsi mencari port alternatif jika port utama ke root bridge gagal), backbonefast (berfungsi memperbaiki link yang gagal dan mendeteksi kegagalan). Berikut contohnya :

Sekarang kita setting port yang terhubung ke server dan ip phone (pada switch b port fa0/3 dan fa0/4) sebagai portfast, dengan bpdu guard (untuk memblok bpdu / paket yang masuk). Begitu juga pada switch_a (port fa0/2 dan fa0/3) dan rapid spanning-tree (perkembangan spanning-tree) pada switch inti dan switch INTI menjadi root bridge (dengan mengubah priority menjadi 4097).





0 komentar:

Posting Komentar