Dynamic routing merupakan
protokol yang digunakan untuk mencari jaringan dan update table routing pada
router. Ini lebih mudah daripada static route, akan tetapi memakan proses pada
CPU router dan bandwidth di jaringan. Ada dua tipe routing protokol,yaitu
Interior Gateway Protokol (IGP), yang digunakan untuk pertukaran informasi
routing pada sistem otonomi / autonomous system (AS) yang sama., yang merupakan
koleksi jaringan-jaringan pada daerah administratif, dan Exterior Gateway
Protokol (EGP), yang digunakan untuk komunikasi antar AS.
Sebelum kita bahas satu-satu
perlu kita ketahui terlebih dahulu tentang Administrative Distances (AD). AD
digunakan untuk merasiokan tingkat keterpercayaan suatu informasi routing yang
diterima router dari router tetangga. AD merupakan integer dari 0 hingga 255.
Semakin kecil nilainya berarti semakin terpercaya, sehingga apabila ada 2 AD,
maka AD terendahlah yang akan dipilih router dan dimasukkan ke tabel
routingnya. Jika AD-nya sama maka yang diperhitingkan adalah metric (jumlah hop),
yang paling sedikit maka akan ditempatkan di tabel routing. Jika masih sama
lagi, maka akan dilakukan penyeimbangan beban pada setiap link tersebut.
Dalam routing protokol, ada 3
klasifikasi, yaitu :
·
Distance
vector : mencari jalan terbaik dari jaringan-jaringan terpencil dengan
menilai jarak. Setiap kali paket menuju sebuah router, maka itu disebut hop.
Jalur terbaik adalah jalur dengan jumlah hop yang paling sedikit. Contoh prokol
ini dalah RIP dan IGRP. Pada jenis protokol ini, semua tabel routing dikirimkan
ke semua router tetangga yang terhubung.
·
Link-state
: pada link-state, setiap router membuat 3 buah tabel yang terpisah. Tabel
pertama digunakan untuk menjaga jejak router-router tetangga yang langsung
terkoneksi. Yang kedua digunakan untuk memutuskan topologi dari jaringan
internet tersebut dan yangterakhir digunakan sebagai tabel routing. Contohnya
adalah OSPF.
·
Hybrid :
menggunakan aspek dari kedu-duanya (distance vector dan link-state) contoh :
EIGRP.
0 komentar:
Posting Komentar